Gini Gan....pernah saya install ubuntu 10.10, tapi saya ingin reponya pakek ubuntu feisty. Ubuntu feisty atau Ubuntu 7.04 sudah tidak di support lagi, repo yang ada di http://archive.ubuntu.com maupun yang ada di server local sudah tidak dapat digunakan lagi. untungnya ada solusinya, repo untuk feisty tidak benar-benar di hapus hanya di pindahkan ke http://old-releases.ubuntu.com . sekarang file repoku jadi begini :
#
# /etc/apt/sources.list
## Feisty (Ubuntu 7.04)
deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ feisty main restricted universe multiverse
deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ feisty-updates main restricted universe multiverse
deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ feisty-backports main restricted universe multiverse
deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ feisty-security main restricted universe multiverse
deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ feisty-proposed main restricted universe multiverse
## Cassandra (Linux Mint 3.0)
deb http://www.linuxmint.com/repository/ cassandra/
## Canonical (RealPlayer10, Opera, DesktopSecure etc…)
deb http://archive.canonical.com/ubuntu/ feisty-commercial main
## Medibuntu (Codecs and extra applications)
deb http://packages.medibuntu.org/ feisty free non-free
#
setelah di ganti jalankan apt-get update
infonya ada disini http://ubuntuforums.org/showpost.php?p=6319924&postcount=4
Selasa, 29 Maret 2011
repo ubuntu feisty 7.04 amd64 for all versi ubuntu
Sabtu, 25 September 2010
Setting Waktu Via Console
alam Sistem Linux terdapat 2 macam waktu :
1. Hardware clock.
Hardware clock berjalan pada saat sistem Linux running, dan masih berlanjut mekipun Sistem sudah di shuttdown atau mesin kondisi mati. Hardware clock biasa disebut juga Real Time Clock (RTC) atau CMOS cock atau BIOS clock.
2. System time.
System time adalah sistem waktu yang diakses oleh setiap aplikasi-aplikasi Linux. Berjalan pada saat Sistem running dan nilai waktu tersimpan dari sisi kernel. Oleh karena itu jika mesin kondisi mati maka waktu akan ter-reset kembali. Kernel akan secara otomatis melakukan inisialisasi System time pada saat startup.
D
Langkah penyetelan waktu :
1. lakukan penyetelan dari sisi kernel (System time).
login sebagai root, kemudian format untuk menghasilkan menghasilkan Thu Sep 20 11:08:00 CDT 2008 :
#date 092011082008
2 lakukan penyetelan waktu pada Hardware clock.
#hwclock --systohc
Waktu tersetting permanen tersimpan dalam CMOS, meski mesin kondisi off tidak mengalami reset kembali. Waktu akan siap di load kembali pada saat startup berikutnya.
Rabu, 02 Juni 2010
Update firefox on ubuntu feisty with ubuntuzilla
download disini
http://sourceforge.net/projects/ubuntuzilla/files/
$ sudo -i
# dpkg -i ubuntuzilla*.deb
ada error, ngga apa-apa lanjutkan dengan
# apt-get install -f
update firefox dengan perintah berikut
# ubuntuzilla.py -a install -p firefox
gitu aja kok repot :D
Selasa, 13 April 2010
PidGin FaceBook Chat
Di Ubuntu, IM default yang digunakan adalah pidgin. Dengan menambahkan plugin untuk Facebook, kita dapat ngobrol ria dengan satu Instant Messenger saja.
Pertama, download plugin pidgin-Facebookchat dari http://code.google.com/p/pidgin-facebookchat/
Untuk Ubuntu kita pilih file berakhiran deb, pidgin-facebookchat-X.XX.deb
Versi saat topic ini ditulis adalah 1.47, jadi download menggunakan wget bisa dilakukan dengan perintah sebagai berikut :
fendy@fendy:~$ wget -c http://pidgin-facebookchat.googlecode.com/files/pidgin-facebookchat-1.47.deb
Setelah download selesai, lanjutkan dengan menginstall plugin tersebut :
fendy@fendy:~$ sudo dpkg -i pidgin-facebookchat-1.47.deb
Selanjutnya restart pidgin. Sekarang dari menu Manage Account > Add, tersedia pilihan untuk menambahkan account facebook kita.
setting DNS server linux via console
# nano /etc/resolv.conf
domain 192.168.1.254
search 192.168.1.254
nameserver 202.134.1.10
nameserver 202.134.0.155
# /etc/init.d/networking restart
gitu aja kok repot.. :)
Senin, 12 April 2010
migrasi database "PostgreSql"
pernah kejadian data base yang sudah nampung transaksi yang luar biasa... sampek 100Gb...hdd nya gak muat....jadi solusi harus pindah ke hadd yang baru....
ini solusinya...: :)
/sda 160g
/sda1 /
/sda2 /home
/sdb 500g
/home
steps:
1.pasang sdb
2.buat 1 partisi habisin semua
# cfdisk
3.format partisi diatas, dengan file system ext3
4.mount sebagai /homebaru
# mount /dev/sdb /media/homebaru
5.stop pgsql
# /etc/init.d/postgresql-8.1 stop
6.cek folder data pgsql masih default di /var/lib/pgsql atau sudah di symlink ke /
ternyata di /var/lib
7.copy /home/* ke /homebaru
$ sudo bash
# cp /home/* /media/homebaru
# cp /var/lib/postgresql /homebaru
sehingga di homebaru tampil sbb:
root@hq:/home# ls /homebaru
ade bits eko lost+found ridho
postgresql
8.edit fstab
fix sdb5 jadi home
paling aman pake UUID
# nano /etc/fstab
# blkid /dev/sdb5
#UUID=2342f94e-87bc-45ba-9904-7b3d64c86b04 /media/data ext3 defaults 0 3
9.rename database yang lama “untuk jaga-jaga”
# mv /var/lib/postgresql /var/lib/postgresql.asli
# chmod -x /etc/init.d/postgresql
10.restart
# reboot
11.buat sybolic link
# ln -s /home/postgresql /var/lib/postgresql
12.setting owner
# chown -R postgres.postgres /var/lib/postgresql
13.nyalakan eksekusi postgresql
# chmod +x /etc/init.d/postgresql
# /etc/init.d/postgresql start
Sabtu, 20 Maret 2010
merubah users ke root di linux
sudo bash
nano /etc/sudoers
tambahhkan di bawahnya root
fendy ALL=(ALL) ALL
selamat mencoba.... :d
Jumat, 19 Maret 2010
setting ip linux 9.10 server
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
# DHCP
#auto eth0
#iface eth0 inet dhcp
# STATIC
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.251
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.254
dns-name server 192.168.1.254
setting IP linux console
nano /etc/network/interface
/** static **/
iface eth0 inet static
address 192.168.1.5
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.254
/** dhcp **/
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
setting tanggal, waktu, zone linux via console
pusing kenapa ini server firewall ngaco masalah akses inet nya, ternyata jam nya doang yang ngaco fuiihhhh…lantaran dah lama gak pernah seting - seting jam dan tanggal via console linux eh mendadak dangdut dah, lupa apaan perintah nya yak… dari apda lupa lagi gw tulis aja di sini :
1. lihat status tanggal dan waktu server :
[root@localhost ~]# date
Sun Jan 24 23:51:43 CST 2010
2. ubah waktu/jam :
[root@localhost ~]# date -s 15:00:00
Sun Jan 24 15:00:00 CST 2010
3. Cara rubah jam dan tanggal, format nya mmddhhMMYY :
[root@localhost ~]# date 012415002010
-> itu untuk mengubah tanggal dan jam server ke tgl 24 Jan 2010, jam 15:00
4. cara merubah time zone dari jam server
[root@localhost ~]# dpkg-reconfigure tzdata
-> kemudian pilih benua dan kota yang di inginkan
semoga bisa membantu……………
Selasa, 02 Maret 2010
backup without replace di linuk
ketika kita setting backup, kebanyakan script itu nimpuk data yang lama, makanya kalu corrupt 1 ya kita kesulitan...."SOLUSI"]
pg_dump -U fendy -Z9 -f "/home/backup/`date +%g%m%d_%H%M`_fendy_hari$1.sql.gz" fendy
Minggu, 02 Agustus 2009
Setting Samba pada Ubuntu
Saat baru mencoba dan “ketagihan” untuk terus mencoba, membuat saya sadar bahwa seharusnya hasil “percobaan” saya tersebut selayaknya dibuatkan dokumentasi. Itulah yang terjadi ketika saya menginstal Linux pada komputer kerja saya. Open Suse adalah distro pertama yang saya install, tapi dalam perjalanannya, saya merasakan banyak kesulitan dalam melakukan konfigurasi. Maklumlah, namanya juga baru kenal dan baru belajar, inginnya sih langsung belajar konfigurasi dari konsole linux, tidak menggunakan aplikasi GUI-nya. Tapi ternyata kebanyakan mentok-nya, so…, beralihlah ke distro “sejuta umat” yaitu Ubuntu. Alhamdulillah, di distro ini saya merasa agak lebih mudah untuk melakukan konfigurasi sesuai keinginan saya, yaitu di konsole.
Setting ini mungkin sudah sangat mudah bagi pengguna Linux yang sudah lama menggunakan OS tersebut. Tapi kembali kepada maksud awal saya, mendokumentasikan hal-hal yang baru saya pelajari, untuk itulah tulisan ini tertuang.
Setting Samba pada Ubuntu
Waktu saya menginstal, Ubuntu saya belum ada Samba-nya. Gimana cara saya tahu? waktu saya kasih perintah:
# etc/init.d/samba start
Service tersebut tidak bisa jalan, yo wis, akhirnya saya coba install langsung dari terminal.
# apt-get install samba
Eh, ternyata ngga bisa juga, akhirnya saya sadar kalau Ubuntu saya belum di-update.
# apt-get update
Oh iya, dua perintah terakhir dapat dijalankan jika koneksi internet tersambung, kalau ngga? ya ngga bisa.
Selanjutnya saya ulang perintah:
# apt-get install samba
Berhasil. Selanjutnya saya ingin men-sharing sebuah folder, folder yang ingin saya sharing adalah /home/documents/. Saya jalankan nautilus dari terminal.
# nautilus
Saya menuju ke /home/documents/ , klik kanan dan pilih share options, langsung saya OK.
Lalu tugas saya selanjutnya adalah menambahkan samba user pada system
# useradd namauser
# smbpasswd -a namauser
Kemudian membuat file konfigurasi yang akan digunakan untuk menampung samba user
# pico /etc/samba/smbusers
sisipkan baris dibawah ini :
system_username = “namauser”
simpan dan keluar dari editan
Script dibawah ini untuk membuat folder sharing kita bila diakses pada komputer lain akan meminta diisikan pssword. Cari baris:
; security = user
ganti dengan:
security = user
username map = /etc/samba/smbusers
simpan dan keluar
Untuk security level = share (tidak membutuhkan password dalam mengakses samba): pastikan ada script ini:
security = share
domain master=yes
domain logons=yes
encrypt password=yes
security = share
Untuk mengetes apakah konfigurasinya telah berhasil, ketikkan perintah:
# testparm
kemudian restart sambanya
# /etc/init.d/samba restart
Mensharing folder home dengan opsi read and write
edit file smb.conf
cari baris
…
# By default, the home directories are exported read-only. Change next
# parameter to ‘yes’ if you want to be able to write to them.
writable = no
…
ganti dengan
…
# By default, the home directories are exported read-only. Change next
# parameter to ‘yes’ if you want to be able to write to them.
writable = yes
…
restart samba-nya
Untuk mengakses linux komputer linux saya dari komputer windows, pada start menuà run, saya ketikkan //ip_address, sama seperti mengakses komputer windows lainnya.
Dari sesama linux, cukup ketikkan: smb:///ip_address pada nautilus-nya ubuntu.
Senin, 27 Juli 2009
mount media ke user tertentu
root@lion:~# mount -o uid=1007 /dev/sdc1 /media/disk/
root@lion:~#
keterangan:
mount : perintah
1007 : id user
mencari file di terminal
fendy@hq:~/Projects$ find -iname "*sql" | grep -i sale | grep -i void
./IndoSubur/sql/spSale_Void.sql
./BOS1.2/sql/spSale_Void_ByDate.sql
./BOS1.2/sql/spSale_Void.sql
./BOS1.2/sql/fix/sp090120_BulkSaleVoid.sql
./BOS1.2BL/sql/spSale_Void_ByDate.sql <<<=== ini yg saya cari
./BOS1.2BL/sql/spSale_Void.sql
./BOS1.2BL/sql/fix/sp090120_BulkSaleVoid.sql
./BOSHRM/sql/spSale_Void.sql
./PrestoBL/sql/spSale_Void_ByDate.sql
./PrestoBL/sql/spSale_Void.sql
./SPU/sql/spSale_Void_ByDate.sql
./SPU/sql/spSale_Void.sql
./BuanaJaya/sql/spSale_Void_ByDate.sql
./BuanaJaya/sql/spSale_Void.sql
./BuanaJaya/sql/fix/sp090120_BulkSaleVoid.sql
./presto/sql/spSale_Void_ByDate.sql
./presto/sql/spSale_Void.sql
fendy@hq:~/Projects$
Jumat, 24 Juli 2009
Sharing printer Linux UBUNTU dengan client Windows XP
Sebelumnya kita asumsikan bahwa printer sudah berjalan di system Linux UBUNTU. Sharing printernya bisa supaya bisa diakses menggunakan mesin Windows sebagai client bisa menggunakan Samba. Maka untuk pertama kalinya kita cek dulu apakah paket samba sudah terinstall di system.
$sudo apt-cache search samba
Jika sudah terinstall maka akan muncul :
$samba - a LanManager-like file and printer server for Unix
$samba-common - Samba common files used by both the server and the client
$samba-dbg - Samba debugging symbols
$samba-doc - Samba documentation
$samba-doc-pdf - Samba documentation (PDF format)
$smbclient - a LanManager-like simple client for Unix
$smbfs - mount and umount commands for the smbfs (for kernels >= than 2.2.x)
jika belum terinstall gunakan perintah :
$sudo apt-get install samba smbfs
Apabila bisa dipastikan sudah terinstall, langsung dilakukan edit file /etc/samba/smb.conf :
$sudo gedit /etc/samba/smb.conf
edit atau tambahkan baris berikut ini :
#tambahkan pada [General] :
printcap name = cups
printing = cups
security = share
# tambahkan pada [printers] :
[printers]
browseable = yes
printable = yes
public = yes
create mode = 0700
guest only = yes
use client driver = yes
path = /tmp
kemudian simpan perubahannya lalu restart service samba dengan perintah :
$sudo /etc/init.d/samba restart
Lihat hasilnya dari client Windows XP dengan melakukan penambahan printer, masuk control panel/printers/add network printer. Browse pada network printer. Selanjutnya tinggal ikuti langkah setting printer seperti biasa.
GOOD LUCK !!!
Rabu, 22 Juli 2009
setting gateway terminal
root@lion:~# nano /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback
iface eth0 inet static
address 192.168.1.252
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.254
auto eth1
iface eth1 inet dhcp
auto eth2
iface eth2 inet dhcp
auto ath0
iface ath0 inet dhcp
auto wlan0
tambahkan alamat ip gateway (ip modem)
Simpan perubahannya.
setting samba linux
Samba, sebuah tool sakti untuk berbagi file dengan komputer lain. Dengan samba kita dapat berbagi bahkan dengan Operating System yang berbeda. Seperti windows dengan linux. Defaultnya linux tidak bisa mengakses folder share milik windows, demikian sebaliknya. Untuk itu digunakanlah samba. Dengan samba dari linux kita bisa mengakses folder share milik windows, sebaliknya dengan samba pula folder share di linux bisa diakses dari windows.
Samba diinstall di linux, dalam hal ini penulis menggunakan distro ubuntu, untuk linux yang lain caranya menyesuaikan. Supaya linux dapat mengakses folder share milik windows cukup dengan menginstall sambanya saja. Otomatis linux akan dapat membaca folder share windows. Sedangkan supaya windows dapat mengakses folder share milik linux maka samba perlu dikonfigurasi terlebih dahulu. Caranya adalah sebagai berikut.
Langkah pertama adalah dengan menginstall samba terlebih dahulu.
sudo apt-get install samba
Setelah itu baru samba-nya dikonfigurasi. Pengkonfigurasian samba dilakukan pada file /etc/samba/smb.conf. Langkah selanjutnya sebagai berikut :
1. Pertama ktia buka file konfigurasi sambanya
sudo gedit /etc/samba/smb.conf
2. Setelah itu akan terbuka sebuah teks editor berisi aturan-aturan pengkonfigurasian samba. Kemudian cari kata security = user. Setelah ketemu ganti dengan kata berikut
security = share
Jangan lupa untuk menghilangkan tanda titik koma (;) di depan kata security tersebut
3. Hilangkan juga tanda titik koma (;) pada bagian guest account = nobody
4. Kemudian pada bagian akhir kita berikan setting untuk folder yang akan kita share
[nama folder share]
writable = no
path = /path/nama/directory
public = yes
guest ok = yes
guest only = yes
guest account =nobody
browsable = yes
5. Setelah itu restart sambanya
/etc/init.d/samba restart
Setelah konfigurasi berjalan sempurna, folder share milik linux sudah bisa terbaca dari windows. Untuk konfigurasi lebih lanjut dapat diutak-atik sendiri …….
Jumat, 03 Juli 2009
setting host name di linux
fendy@lion:~$ nano /etc/hosts
fendy@lion:~$
GNU nano 2.0.2 File: /etc/hosts
127.0.0.1 localhost
127.0.1.1 lion
192.168.1.253 shark
192.168.1.253 hq.bits-soft.com
192.168.1.253 ebiz.bits-soft.com
192.168.1.254 gtw
192.168.1.251 snake
125.164.215.77 active
125.164.66.75 smart
# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts
[ line 1/18 (5%), col 1/26 (3%), char 0/413 (0%) ]
^G Get Help ^O WriteOut ^R Read File ^Y Prev Page ^K Cut Text ^C Cur Pos
^X Exit ^J Justify ^W Where Is ^V Next Page ^U UnCut Text^T To Spell
Selasa, 30 Juni 2009
linux touchscreen samsung 540N
#cp TouchKit-1.08.1227-32b-k26.tar.gz /root
#tar -xzf TouchKit-1.08.1227-32b-k26.tar.gz
# cp egalax_drv.so /usr/lib/xorg/modules/input
# cp xorg.conf xorg.conf.asli (untuk jaga - jaga)
#gedit /etc/X11/xorg.conf
Section “ServerLayout”
…
…
InputDevice “EETI” “SendCoreEvents”
EndSection
(check device dengan)
#cat /dev/bus/usb/device
tambahkan lagi di
#gedit /etc/X11/xorg.conf
Section “InputDevice”
Identifier “EETI”
Driver “egalax”
# Option “Device” “usbauto”
Option “Device” “/dev/hiddev0”
Option “Parameters” “/var/lib/egalax.cal”
Option “ScreenNo” “0”
EndSection
restart X
Jumat, 15 Mei 2009
Panduan memilih printer di Linux
Jika Anda berencana membeli printer dan ingin menggunakannya di Linux, ada baiknya mencari referensi dulu tentang printer-printer yang bisa bekerja dengan baik di Linux. Berikut daftar beberapa situs yang bisa Anda jadikan acuan untuk suatu printer.
* Semua Printer :
http://www.linuxprinting.org/printer_list.cgi
http://www.linuxprinting.org/download/PPD/
http://gutenprint.sourceforge.net/p_Supported_Printers.php3
http://hardware4linux.info/type/106/
* HP (Hewlett Packard) :
http://hplip.sourceforge.net/supported_devices/combined.html
* Epson :
http://www.avasys.jp/english/linux_e/dl_ink.html
* Canon :
http://www.canon-europe.com/Support/Software/Linux/index.asp
http://www.canon.co.nz/products/printers.html
http://canon.codehost.com/ - Canon ImageRunner
ftp://download.canon.jp/pub/driver/bj/linux/
* Samsung :
http://www.printerland.org.uk/samsungprinters/drivers.html
* Brothers :
http://solutions.brother.com/linux/sol/printer/linux/lpr_drivers.html
http://solutions.brother.com/linux/sol/printer/linux/cups_drivers.html
* Lexmark :
http://www.lexmark.com/lexmark/sequentialem/home/0,6959,204816596_659668514_676597494_en,00.html#arch
* Turbo Print - penyedia driver printer komersial untuk Linux :
http://www.turboprint.de/english.html
Bagaimana jika Anda sudah membeli printer dan ternyata tidak bisa dipergunakan di Linux … ?
Sebetulnya ‘tugas’ membuat driver adalah pekerjaan dari vendor hardware tersebut, sayangnya masih banyak vendor yang tidak mau membuka kode hardwarenya (biasanya karena alasan lisensi) dan yang lebih parah lagi tidak mau menyediakan drivernya untuk Linux.
Jalan terbaik yang perlu Anda lakukan jika printer Anda tidak memiliki driver adalah mengirimkan surat ke vendor printer tersebut atau melayangkan surat petisi online di The Linux Printer Driver Petition